https://docs.google.com/presentation/d/1DqKIKtTPupwHPeFSUQ9DDa7JrTMHRKRJLF82J5B-9l0/edit#slide=id.p3
style="position:absolute; top: 0px; right: 0px;" />
mempercantik latar
Jumat, 22 Mei 2015
materi 2-3
MULTIMEDIA PEMBELAJARAN
BAHASAN 2:
KLAFIKASI DAN PEMILIHAN MEDIA PEMBELAJARAN
POKOK
BAHASAN :
- Syarat
Media Pembelajaran
- Pemilihan
Media Pembelajaran
- Model
Pemilihan Media Pembelajaran
- Prinsip
Pemilihan Media Pembelajaran
- Pentingnya
Pengembangan Media Pembelajaran
- Prosedur
Perancangan Media Pembelajaran
- Pola
Media Pembelajaran
- Media
3 Dimensi
- Perbedaan
Media dan Alat Peraga
- Hubungan
Antara Media dan Tujuan Pembelajaran
1. SYARAT
MEDIA PEMBELAJARAN
ISIBLE = Mudah dilihat
INTERESTING =
Menarik
IMPLE = Sederhana
SEFUL = Bermanfaat
CCURAT = tepat
EGITIMATE = Legal/Syah
TRUCTUREDN= Tersusun Baik
2. PEMILIHAN
MEDIA PEMBELAJARAN
a. Setiap
media memiliki kelebihan yang berbeda
b. Pemilihan
media harus berdasarkan analisis terhadap tujuan pembelajaran, peserta didik,
methode, alat yang tersedia
c. Pemilihan
media harus tepat sasaran dan sesuai dengan keperluan sehingga terjadi
interaksi yang baik antara peserta didik dengan media yang digunakan.
d. Pemilihan
media harus mengingat sisi kepraktisan dan sisi instruksional
3. MODEL PEMILIHAN MEDIA
PEMBELAJARAN
1. Model
pemilihan tertutup yaitu : Media yang sudah ditentukan oleh pihak lain selain
guru dan siswa. Contoh : oleh pemerintah , atau bantuan pihak lain
2. Model
pemilihan terbuka : media yang ditentukan oleh guru, siswa yang sifatnya lebih luwes sesuai dengan yang
diharapkan dalam pembelajaran.
Hal-hal yang perlu diperhatikan
dalam pemilihan media pembelajaran
1. Jelas
dan rapi
2. Bersih
dan menarik
3. Cocok
dengan sasaran
4. Relevan
dengan topik yang diajarkan
5. Sesuai
dengan tujuan pembelajaran
6. Praktis,
luwes dan tahan
7. Berkualitas
baik ( memenuhi persyaratan)
8. Ukurannya
sesuai dengan lingkungan belajar
3. Prinsip
Pemilihan Media Pembelajaran
1. Kesesuaian : media yang
dipilih harus sesuai dengan tujuan pembelajaran, karakteristik siswa, metode.
Tidak ada satu mediapun yang cocok untuk
semua materi dan karakteristik siswa.
2. Kejelasan
sajian : media
yang digunakan untuk SMA belum tentu
cocok digunakan untuk SD begitu juga sebaliknya.
3. Kemudahan
akses : Kemudahan akses menjadi salah satu
prinsip pemilihan media. Misal jika kita akan menggunakan media internet, yang
perlu dipertimbangkan pakah didaerah itu ada koneksi internet atau tidak,
apakah sudah ada saluran listrik atau belum dlsb.
Lanjutan…
4. Keterjangkauan
: Keterjangkauan disini berkaitan dengan aspek biaya.
Misal kita akan menggunakan media labor bahasa dalam pelajaran bahasa asing.
Maka harus dipikirkan apakah sekolah sudah mampu untuk mengadakan labor bahasa
tersebut.
5. Ketersediaan
: Pada waktu kita merencanakan pembelajaran sudah
harus dicantumkan tentang media yang akan digunakan. Untuk ini maka perlu
mengecek keberadaannya terlebih dahulu.
6. Kualitas
: apabila kita ingin memilih media perlu memperhatikan
kualitas yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran kita
7. Ada
alternatif : guru tidak boleh tergantung pada media
tertentu. Artinya jika media yang kita harapkan tidak berhasil diperoleh maka
guru harus mampu mencari alternatif
pengganti.
Lanjutan…
8.
Interaktivitas : media
yang baik adalah media yang dapat membangun komunikasi dua arah secara
interaktif
9.
Organisasi : pertimbangan
lain yang tidak kalah pentingnya adalah dukungan organisasi sekolah . Misal
pimpinan sekolah atau yayasan, Komite sekolah dll
10.
Kebaruan : perkembangan
media juga harus dipikirkan. Misal komputer yang memakai sistem baru tentu
lebih baik dari pada komputer sepuluh tahun yang lalu
11.
Berorientasi pada
siswa: Perlu dipertimbangkan kemudahan dan
keuntungan apa yang akan diperoleh siswa dari media tersebut
12. Pentingnya
Pengembangan Media Pembelajaran
a. Tuntutan
kurikulum berbasis kompetensi
b. Tuntutan
mperkembangan pengetahuan dan pasar global
c. Masih
terdapat keterbatasan dan belum meratanya
tersedianya media oleh pemerintah di setiap sekolah
d. Keterbatasan
kreativitas pendidik dan kemampuan memilih dan memanfaatkan media oleh guru.
Guru sering menggunakan media seadanya karena kurangnya pengetahuan tentang
media, kreativitas, dan kegigihan guru
13.
Prosedur Perancangan
Media Pembelajaran
a. Menganalisis
kebutuhan dan karakter siswa
b. Merumuskan
tujuan : Audience, Behavior, Condition dan Degree
c. Audience
: sasaran pebelajar yaitu siswa harus disebutkan misal : siswa kelas 1 , 2 dsb.
d. Behavior
: perubahan tingkah laku seperti apa yang diharapkan misal : menjelaskan,
menyebutkan, mendemontrasikan dsb.
e. Condition
: proses yang harus dikerjakan siswa waktu belajar misal : menggunakan
kalkulator. mengamati , meneliti,
merangkum dsb
f. Degree
: ukuran keberhasilan yang harus dipenuhi contoh anak dapat menyebutkan
sekurang-kurangnya 5 pahlawan nasional
Lanjutan…
14.
Merumuskan butir-butir
materi secara terperinci
Perumusan
butir-butir materi harus berdasarkan tujuan pembelajaran . Jika tujuan sudah
dirumuskan maka tehnik perumusan materi tinggal mudah . Kita hanya mengganti
kara kerja dengan kata benda lalu sedikit modifikasi kata. Contoh :
Tujuan
: Dengan ditunjukkan beberapa jenis media pembelajaran, mahasiswa FKIP UIR
mampu membuat klasifikasi berdasarkan ciri fisik, pengguna dan taksonominya
(pengelompokannya)
Materi :
a. Klasifikasi media pembelajaran berdasarkan
ciri fisiknya
b. Klasifikasi media pembelajaran
berdasarkan penggunanya
c. Klasifikasi media pembelajaran
berdasarkan taksonominya
Lanjutan…
4. Mengembangkan
alat pengukur keberhasilan/ evaluasi : dimaksudkan untuk mengukur pencapaian
tujuan pembelajaran. Oleh karena itu evaluasi harus benar-benar sesuai dengan
tujuan pembelajaran yang dikaitkan dengan materi pembelajaran.
5. Menulis
naskah media : redaksi naskah media pembelajaran tentu harus disesuaikan dengan
media yang digunakan .
6. Mengadakan
tes dan revisi (validasi): baik media maupun naskah yang akan dipakai sebaiknya
dilakukan percobaan terlebih dahulu serta revisi naskah oleh ahli bahasa.
7. Pola
Media Pembelajaran
1. Bahan-bahan
cetak atau bacaan (suplementary materials), berupa bahan bacaan seperti : buku,
koran, komik, majalah, bulletin, folder, pamplet, ddl.
2. Alat-alat
audio visual. Yang tergolong ke dalam kategori ini adalah:
a.
Media tanpa proyeksi :
papan tulis, papan tempel, papan planel, bagan, diagram, grafis, poster,
kartoon, gambar,,dll
b.
Media pendidikan tiga
dimensi: model, benda asli, contoh/specimen, benda tiruan/mock-ups, diorama,
boneka, topeng, peta, globe, pameran, museum sekolah, dll.
c.
Media pendidikan yang
menggunakan teknik: slide dan film strip, OHP, film, rekaman radio, televisi,
laboratorium, perkakas oto-instruktif, ruang kelas otomatis, sistem
interkomunikasi dan komputer
Lanjutan…
3. Sumber-sumber
masyarakat: berupa obyek-obyek, peninggalan sejarah, dokumentasi, bahan-bahan,
masalah-masalah dsb.
4. Kumpulan
benda-benda (material collections): berupa benda-benda atau barang-barang yang
dibawa dari masyarakat ke sekolah untuk dipelajari, seperti: potongan kaca,
potongan sendok, daun, bibit, bahan kimia, darah, dll.
5. Contoh-contoh
kelakuan yang dicontohkan oleh guru: meliputi semua contoh kelakuan yang
ditunjukkan oleh guru sewaktu mengajar, misalnya dengan tangan, dengan kaki,
gerakan badan, mimik, dan lain-lain. Tetapi pada pokoknya jenis media hanya
dapat dilihat, didengar dan ditiru oleh siswa.
Lanjutan…
3. Sumber-sumber
masyarakat: berupa obyek-obyek, peninggalan sejarah, dokumentasi, bahan-bahan,
masalah-masalah dsb.
4. Kumpulan
benda-benda (material collections): berupa benda-benda atau barang-barang yang
dibawa dari masyarakat ke sekolah untuk dipelajari, seperti: potongan kaca,
potongan sendok, daun, bibit, bahan kimia, darah, dll.
5. Contoh-contoh
kelakuan yang dicontohkan oleh guru: meliputi semua contoh kelakuan yang
ditunjukkan oleh guru sewaktu mengajar, misalnya dengan tangan, dengan kaki,
gerakan badan, mimik, dan lain-lain. Tetapi pada pokoknya jenis media hanya
dapat dilihat, didengar dan ditiru oleh siswa.
8. Media
3 dimensi
ž Secara
garis besar media tiga dimensi terbagi menjadi dua golongan:
1. Benda-benda
sebenarnya (benda asli); benda-benda riil yang dipakai manusia di dalam
kehidupan sehari-hari. Golongan ini merupakan golongan utama;
pengalaman-pengalaman yang diperoleh adalah pengalaman langsung dan nyata.
2. Benda-benda
pengganti (tiruan).
9.
PERBEDAAN MEDIA DAN ALAT PERAGA
Perbedaan
antara media dan alat peraga sebenarnya hanya terletak pada fungsi bukan pada
substansi. Artinya segala sesuatu (benda, orang, data) disebut sebagai alat
peraga kalau fungsinya sebagai alat bantu sajaA
sedangkan
disebut media apabila sesuatu itu dapat berfungsi sebagai
perantara/menjembatani/mentransfer informasi tersebut kepada penerima pesan
9. Hubungan
Antara Media dan Tujuan Pembelajaran
ž Allen
mengemukakan tentang hubungan antara media dengan tujuan pembelajaran
sebagaimana terlihat dalam tabel di bawah ini:
JENIS MEDIA
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
GAMBAR DIAM
|
S
|
T
|
S
|
S
|
R
|
R
|
GAMBAR HIDUP
|
S
|
T
|
T
|
T
|
S
|
S
|
TELEVISI
|
S
|
S
|
T
|
S
|
R
|
S
|
OBJEK 3 DIMENSI
|
R
|
T
|
R
|
R
|
R
|
R
|
REKAMAN AUDIO
|
S
|
R
|
R
|
S
|
R
|
S
|
PROGRAMMED
INSTRUCTIONS
|
S
|
S
|
S
|
T
|
R
|
S
|
DEMONSTRASI
|
R
|
S
|
R
|
T
|
S
|
S
|
BUKU TEKS TERCETAK
|
S
|
R
|
S
|
S
|
R
|
S
|
Keterangan:
R = Rendah S = Sedang T = Tinggi
1
= Belajar informasi faktual
2
= Belajar pengenalan visual
3
= Belajar prinsip, konsep dan aturan
4
= Prosedur belajar
5
= Penyampaian keterampilan persepsi
motorik
6
= Mengembangkan sikap, opini, dan motivasi
ž TERIMA
KASIH….
MULTIMEDIA PEMBELAJARAN
BAHASAN 3 :
Teknik Perancangan dan Strategi Penggunaan Media Pendidikan Dalam KBM
BAHASAN 3 :
Teknik Perancangan dan Strategi Penggunaan Media Pendidikan Dalam KBM
FKIP Bahasa Indonesia UIR
2015
Oleh :
Eka Pandu Cynthia, S.T., M.Kom.
Prosedur
pemilihan metode “assure”
1.
Analysis Leaner Characteristics
2.
State Objective
3.
Select, Modify or Design Materials
4.
Utilize Material
5.
Require Learner Response
6.
Evaluate
7.
Analysis Leaner Characteristics
ž Tahap pertama adalah
melakukan analisis terhadapa karakteristik siswa, secara garis besar
kerakteristik siswa terbagi dua yaitu karakteristik umum dan karakteristik
khusus. Karakteristik umum berkaitan dengan usia, pengalaman belajar
sebelumnya, latar belakang keluarga, sosial, budaya dan ekonomi. Karakteristik
khusus berkenaan dengan pengetahuan, skill dan sikap tertentu yang dimiliki
siswa. Cara menganalisis karakteristik siswa yaitu menggunakan pengalaman nyata
tentang suatu konsep baru dan mengetes karakteristik siswa.
1.
State Objective
ž Langkah selanjutnya
menentukan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang diharapkan tercapai. Tujuan
pembelajaran tersebut dapat berupa:
¡ Standar kompetensi yaitu
ukuran kemampuan minimal yang mencakup kemampuan pengetahuan, sikap,
keterampilan yang harus dicapai, diketahui dan mahir dilakukan oleh peserta
didik pada setiap tingkatan dari suatu materi yang diajarkan.
¡ Kompetensi dasar yaitu
penjabaran standar kompetensi peserta didik yang cakupannya lebih sempit dari
standar kompetensi.
¡ Indikator yaitu indikator
pencapaian belajar berupa KD yang lebih spesifik yang dapat dijadikan ukuran
untuk menilai ketercapaian hasil pembelajaran.
2.
Select, Modify or Design Materials
§
Selanjutnya adalah kegiatan memilih media, memodifikasi media yang sudah
ada atau merancang sesuai kebutuhan.
3.
Utilize Materials
§
Langkah selanjutnya yaitu digunakan dalam pembelajaran. Menggunakan media
dalam pembelajaran perlu diperhatikan langkah-langkah menggunkaannya. Hal ini
akan berbeda pada setiap media yang kita pilih. Hal-hal yang perlu diperhatikan
dalam penggunaan media yaitu siapkan waktu yang cukup untuk persiapan dan
pemasangan media, pastikan media tersebut dapat digunakan.
4.
Require Learner Response
§
Selanjutnya perlu diamati bagaimana respon siswa terhadap penggunaan
media tersebut. Sasaran akhir dalam pembuatan media adalah harus dapaat
dipahami, dimengerti dan memudahkan siswa. Respon siswa dapat berupa respon
positif dan negatif. Respon tersebut dapat diketahui dari ekspresi, pendapat
langsung yaitu berupa persepsi dan tanggapan siswa.
5.
Require Learner Response
§
Selanjutnya perlu diamati bagaimana respon siswa terhadap penggunaan
media tersebut. Sasaran akhir dalam pembuatan media adalah harus dapaat
dipahami, dimengerti dan memudahkan siswa. Respon siswa dapat berupa respon
positif dan negatif. Respon tersebut dapat diketahui dari ekspresi, pendapat
langsung yaitu berupa persepsi dan tanggapan siswa.
6.
Evaluate
§
Merupakan tahap akhir dalam pemilihan media model ASSURE. Evaluasi
merupakan proses membuat keputusan tentang nilai suatu objek. Keputusan
evaluasi tidak hanya didasarkan atas hasil pengukuran tapi juga pengamatan baik
dilakukan dengan pengukuran meupaun non pengukuran yang akhirnya menghasilkan
suatu keputusan tentang nilai suatu objek yabg dinilai.
Prosedur Pemilihan Media Model “ANDERSON”
Anderson (1976) untuk
membuat satu model pemilihan media mengacu pada keterkaitannya dengan komponen
lain.
Langkah-langkah:
¡ Langkah awal adalah
menentukan karakteristik pesan yang akan disampaikan. Apakah pesan tersebut
berupa fakta, konsep, gagasan, instruksi dan lain-lain.
¡ Selanjutnya tahap dua yaitu
melengkapi bagaimana metode yang tepat sesuai dengan karakteristik pesan
pembelajaran.
¡ Menentukan tujuan
pembelajaran lebih bersifat kognitif, afektif atau psikomotor.
¡ Menentukan jenis media yang
sesuai untuk jenis tujuan yang akan dicapai dengan mempertimbangkan kriteria
lain seperti kebijakan, fasilitas yang tersedia, kemempuan prosuksi dan biaya.
¡ Mereview kembali jenis media
yang telah dipilih, apakah sudah tepat atau masih terdapat kelemahan atau masih
ada alternatif jenis media lain yang lebih tepat.
¡ Merencanakan, mengembangkan
dan memprodeksi media.
Strategi Penggunaan Media Pendidikan Dalam Proses
Belajar Mengajar
Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam
pemilihan:
ž Relevansi : antara tujuan,
ketepatgunaan, keadaan peserta didik, ketersediaan, mutu teknis serta biaya.
ž Kelayakan yaitu biaya yang
lebih murah, kesesuaian dengan metode instruktusional, kesesuaian dengan
peserta didik, pertimbangan teknis dan ketersediaan suku cadangnya
ž Kemudahan.
Menurut Hartono Kasmadi:
¡ Pertimbangan produksi:
ketersediaan bahan, kondisi fisik, harga, mudah dicapai, estetika.
¡ Pertimbangan peserta didik :
watak, kesesuaian dan keterlibatan.
¡ Pertimbangan isi: sesuai
dengan kurikulum, perkembangan IPTEK sesuai dengan kebutuhan.
¡ Pertimbangan guru:
kemanfaatan dan kemampuan.
Strategi penggunaan
ž Posisi media dan guru harus
harmonis
ž Jangan membelakangi media
ž Selalu berinteraksi dengan
media
ž Gunakan alat penunjuk yang
mampu memfokuskan pesan.
Tugas 3 :
ž Uji coba hasil tugas 2 dan
membuat laporan sesuai prosedur ASSURE : materi bahasan 3 diatas. Hasil berupa
record video pelaksaan uji coba dan laporan tertulis, presentasi kepada
audience pada pertemuan selanjutnya. Sistem pengerjaan : Berkelompok.
ž S.K. sama dengan tugas
sebelumnya.
Langganan:
Postingan (Atom)